Agung chandra Prasetya
Belajar dari Pengalaman-
Cara Mengukur Jari Jari Atom
Posted on November 12th, 2009 3 commentsJari-jari atom adalah jarak dari inti atom ke orbital elektron terluar yang stabil dalam suatu atom dalam keadaan setimbang. Biasanya jarak tersebut diukur dalam satuan pikometer atau angstrum. Dikarenakan elektron-elektron senantiasa bergerak, maka untuk mengukur jarak dari inti atom kepadanya amatlah sulit.
Tidak seperti halnya bola, sebuah atom tidak memiliki jari-jari yang tetap. Jari-jari atom hanya bisa didapat dengan mengukur setengah dari jarak antara dua buah atom yang berapitan.

Seperti halnya gambar diatas, pada atom yang sama kita bisa mendapatkan jari-jari yang berbeda tergantung dari atom yang berapitan dengannya.
Gambar pada bagian kiri menunjukkan atom yang berikatan. Kedua atom ini saling menarik satu sama lain sehingga jari-jarinya lebih pendek dibandingkan jika mereka hanya bersentuhan. Hal ini kita dapatkan pada atom-atom logam di mana mereka membentuk struktur logam atau atom-atomnya secara kovalen berikatan satu sama lain. Tipe dari jari-jari atom seperti ini disebut jari-jari (radius) logam atau jari-jari kovalen, tergantung dari ikatannya.
Gambar pada bagian kanan menunjukkan keadaan di mana kedua atom hanya bersentuhan. Daya tarik antar keduanya sangat sedikit. Tipe dari jari-jari atom seperti ini dinamakan jari-jari (radius) van der Waals di mana terjadi daya tarik yang lemah di antara kedua atom tersebut.
Kecenderungan jari-jari atom pada tabel periodik
Pola kecenderungan jari-jari atom tergantung dari jenis jari-jari atom mana yang ingin kita ukur – tapi pada prinsipnya pola seluruhnya sama.
Diagram-diagram di bawah ini menunjukkan jari-jari logam untuk elemen-elemen logam, jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang membentuk ikatan kovalen dan jari-jari van der Waals untuk elemen-elemen yang tidak membentuk ikatan (misalnya unsur gas mulia).
Kecenderungan jari-jari atom pada periode 2 dan 3

Kecenderungan jari-jari atom pada suatu golonganKita dapat segera memperkirakan bahwa jari-jari atom pada golongan yang sama akan semakin besar jika letak atom itu pada tabel periodik semakin di bawah. Alasannya cukup kuat – karena kulit elektron semakin bertambah.
Kecenderungan jari-jari atom menyusur satu periode
Kita perlu mengabaikan jari-jari gas mulia pada setiap periode. Karena neon dan argon tidak membentuk ikatan, kita hanya dapat mengukur jari-jari van der Waals – di mana ikatannya sangatlah lemah. Seluruh atom-atom lainnya jari-jari atom diukur berdasarkan jarak yang lebih kecil dikarenakan oleh kuatnya ikatan yang terbentuk. Kita tidak dapat membandingkan “suatu sifat yang sama” jika kita mengikutsertakan gas mulia.
Kecuali gas mulia, atom akan semakin kecil menyusur satu periodeDari litium ke flor, elektron seluruhnya berada pada level dua, yang dihalangi oleh elektron pada 1s2. Peningkatan jumlah proton pada nukleus seiring dengan menyusurnya periode akan menarik elektron-elektron lebih kuat. Kecenderungan pada energi ionisasi yang naik turun tidak kita temui pada radius atom.
Pada periode dari Natrium ke Klor, kita juga akan menemukan kecenderungan yang sama. Besar atom dikontrol oleh elektron-elektron pada tingkat ke 3 yang tertarik semakin dekat ke nukleus seiring dengan meningkatnya jumlah proton.
Kecenderugan pada elemen-elemen transisi

Walaupun pada awal dari elemen-elemen transisi, jari-jari atom sedikit mengecil, besar jari-jari atom hampir seluruhnya sama.Dalam hal ini, besar dari jari-jari atom ditentukan oleh elektron-elektron 4s. Penarikan karena naiknya jumlah proton pada nukleus berkurang karena adanya penghalang tambahan yaitu bertambahnya elektron-elektron pada orbital 3d.
Memang hal ini agak sedikit membingungkan. Kita telah mempelajari bahwa orbital-orbital 4s memiliki tingkat energi lebih tinggi daripada 3d – di mana kebalikannya elektron akan menempati 4s sebelum 3d. Artinya, elektron-elektron 4s dapat kita simpulkan berada pada luar atom dan menentukan besarnya atom. Hal ini juga berarti orbital 3d berada lebih dekat dengan nukleus daripada 4s dan berperan sebagai penghalang.
Radius IonIon-ion tidak memiliki besar yang sama dengan atom asalnya. Bandingkan besarnya ion natrium dan klor dengan atom natrium dan klor.


Ion Positif
Ion positif lebih kecil dibandingkan dengan atom asalnya. Konfigurasi elektron natrium adalah 2,8,1 ; sementara Na+ adalah 2,8. Kita kehilangan salah satu kulit elektron dan 10 elektron yang tersisa ditarik oleh 11 proton pada nukleus.
Ion Negatif
Ion negatif lebih besar dibandingkan dengan atom asalnya. Konfigurasi elektron klor adalah 2,8,7 ; sementara Cl- adalah 2,8,8. Walaupun elektron-elektron masih berada pada tingkat 3, penolakan tambahan terjadi karena bertambahnya elektron yang menyebabkan atom semakin membesar. Ion klor hanya memiliki 17 proton, tetapi mereka sekarang memiliki 18 elektron.
sumber : http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/struktur_atom_dan_ikatan/sifat_dasar_atom/jari_jari_atom/
-
Jenis-jenis jari-jari atom
Posted on November 12th, 2009 1 commentTerdapat beberapa jenis jari-jari atom yang digunakan untuk menyatakan jarak dari inti atom ke lintasan stabil terluar dari elektronnya, di antaranya adalah jari-jari kovalen, jari-jari logam dan jari-jari van der Waals. Ketiganya dipilih disebabkan oleh perbedaan dari sifat-sifat elemen yang akan diukur.
Jari-jari kovalen
Jari-jari atom diukur menggunakan jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang memiliki jenis ikatan kovalen. Umumnya elemen-elemen ini merupakan elemen-elemen non-logam. Secara teknis jarak yang diukur adalah setengah dari jarak internuklir antara dua atom bertetangga terdekat dalam kisi-kisi kristal.
Jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang tidak dapat berikatan dapat diperkirakan dengan melakukan kombinasi jari-jari dari elemen-elemen yang dapat berikatan dalam molekul untuk atom-atom yang berbeda.
Jari-jari logam
Jari-jari atom diukur menggunakan jari-jari logam untuk elemen-elemen yang termasuk dalam elemen-elemen logam. Jari-jari logam adalah setengah jarak dari jarak internuklir terdekat dari atom-atom dalam kristal logam.
Jari-jari van der Waals
Jari-jari atom diukur menggunakan jari-jari van der Waals untuk elemen yang atom-atomnya tidak dapat saling berikatan. Contoh dari kelompok ini adalah gas mulia, di mana dikatakan bahwa atom-atom dari elemen ini tak termampatkan atau terpadatkan (unsquashed).
Jari-jari atom dalam tabel periodik
Dalam tabel periodik, jari-jari atom bertambah nilainya dalam satu golongan ke bawah sejalan dengan bertambahnya lintasan-lintasan elektron, dan berkurang kiri ke kanan dikarenakan dengan bertambahnya muatan inti (atau jumlah proton) – dengan perkecualian untuk golongan gas mulia.
Beberapa nilai jari-jari atom
Catatan: Semua pengukuran dituliskan dalam satuan pikometer (pm).
- Radius suatu atom bukanlah suatu karakteristik yang unik dan bergantung dari definisi. Data yang diambil dari sumber yang berbeda dengan asumsi (pemodelan atau pengukuran) yang berbeda tidak dapat saling dibandingkan.
- † sampai dengan ketelitian kira-kira 5 pm.
- - data tidak tersedia.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jari-jari_atom
-
Jari Jari Atom
Posted on November 12th, 2009 2 comments1. Jari-jari atom
Pengukuran / perhitungan jari-jari atom dilakukan dengan alat spektrograf massa.
Jari-jari atom adalah jarak dari inti sampai kulit electron terluar.
Jari-jari atom dipengaruhi oleh:
- Jumlah kulit elektron (jumlah periode)
Semakin banyak jumlah kulit elekton à Jarak inti dengan kulit elektron terluar makin jauh –> jari-jari atom makin besar.
2. Muatan inti (jumlah proton)
Untuk atom-atom seperiode (jumlah kulit elektron sama) semakin besar muatan inti (jumlah proton) –> gaya tarik inti terhadap elektron kulit terluar semakin kuat à jari-jari atom makin kecil.
Kecenderungan jari-jari atom dalam sistem periodik
- Dari atas ke bawah ( unsur-unsur segolongan ) cenderung bertambah.
- Dari kiri ke kanan ( unsur-unsur seperiode ) cenderung berkurang.
Makin ke bawah jumlah kulit makin banyak maka jarak inti terhadap kulit elektron terluar makin jauh sehingga jari-jari atom makin besar.
Unsur-unsur seperiode makin ke kanan jumlah proton bertambah sedangkan jumlah kulit elektron tetap. Hal ini mengakibatkan gaya tarik proton dalam inti terhadap kulit elektron terluar makin kuat sehingga atom makin mengecil.
Jari-jari atom > jari-jari ion positifnya
Pada ion positif terjadi pelepasan elektron berarti pengurangan jumlah kulit ( umumnya terjadi pada atom logam ).
Jari-jari atom < jari-jari ion negatifnya
Pada ion negative terjadi pengikatan elektron menyebabkan lintasan terluar makin jauh dari inti ( umumnya terjadi pada atom non logam )
2. Energi ionisasi
Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepas elektron dari atom atau ion yang berbentuk gas.
A(g) –> A+ (g) + e–
Untuk atom-atom yang berelektron valensi banyak, dikenal :
- Energi ionisasi pertama, A –> A+ + e–
- Energi ionisasi kedua A+ –> A2+ + e–
- Energi ionisasi ketiga, A2+–>à A3+ + e–
Harga energi ionisasi dinyatakan dengan kJ mol-1 atau kkal mol-1.
Energi ionisasi erat hubungannya dengan jari-jari dan kestabilan.
- makin besar jari-jari atom makin kecil energi ionisasinya.
- makin stabil suatu atom makin besar energi ionisasinya.
Kecenderungan energi ionisasi dalam sistem periodik
- Dari atas ke bawah cenderung berkurang.
- Dari kiri ke kanan cenderung bertambah
3. Affinitas elektron
Affinitas elektron ialah besarnya energi yang dilepaskan atau dibutuhkan jika atom dalam bentuk gas mengikat/ menerima satu elektron membentuk ion negatif.
Y(g) + 1e– –> Y– (g)
Affinitas elektron merupakan kebalikan dari energi ionisasi. Atom-atom logam cenderung melepas elektron bukan menerima elektron, hal ini menyebabkan sifat afinitas kurang nampak.
Unsur-unsur halogen paling mudah menerima elektron karena afinitas elektronnya besar. Unsur-unsur gas mulia memiliki afinitas paling kecil sehingga sulit menerima elektron.
Secara umum :
- Dalam satu golongan dari atas ke bawah, affinitas elektron semakin berkurang.
- Dalam satu periode dari kiri ke kanan, affinitas elektron semakin bertambah.
4. Keelektronegatifan
Keelektronegatifan : Kemampuan relatif suatu atom untuk menarik elektron atom lain kedalam ikatannya.
Unsur F merupakan unsur yang paling mudah menarik elektron dalam ikatan dan diberi harga keelektronegatifan 4 ( merupakan standar ).
Unsur Fr memiliki harga keelektronegatifan paling kecil yaitu 0,7.
Atom logam cenderung melepas electron à keelektronegatifan kecil
Atom non logam cenderung menangkap electron à keelektronegatifan besar.
Kecenderungan keelektronegatifan dalam sistem periodik
- Dari atas ke bawah ( segolongan ) cenderung berkurang.
- Dari kiri ke kanan ( seperiode ) cenderung bertambah.
5. Sifat Logam
Ditinjau dari konfigurasi elektron, unsur-unsur logam cenderung melepas elektron ( memiliki energi ionisasi kecil ), sedangkan unsur-unsur bukan logam cenderung menangkap elektron ( memiliki keelektronegatifan besar ). Dengan demikian dalam sistem periodik sifat-sifat logam :
- Dari atas ke bawah ( segolongan ) cenderung berkurang.
- Dari kiri ke kanan ( seperiode ) cenderung berkurang
6. Kereaktifan
Reaktif artinya mudah bereaksi.
Unsur-unsur logam pada sistem periodik makin ke bawah makin reaktif ( makin mudah bereaksi ), sebab makin mudah melepas elektron. Misalnya kalium lebih reaktif dibanding natrium.
Unsur-unsur non logam pada sistem periodik makin ke bawah makin kurang reaktif ( makin sukar bereaksi ), karena makin sukar menangkap elektron. Misalnya fluorin lebih reaktif dibandingkan klorin.
sumber : http://smartchem1.wordpress.com/2009/09/15/sifat-periodik-unsur/
-
Hello world!
Posted on November 11th, 2009 2 commentsWelcome to Diponegoro Student Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!





Recent Comments